Hubungan Antar Spesies dan Sistem Sosial Organisasi
2 11 2009Hubungan Antar Spesies
Hubungan atau interaksi dibagi 2, yaitu:
1. inter spesies(sesama spesies), dibagi 2 yaitu :
a. Soliter
b. Grup
2. antar spesies (beda spesies)
kalau antar spesies bisa dilihat dari habitatnya. Habitat di bagi 3, yaitu:
a. homerange
b. daerah teritori
c. corearea
Sistem Sosial Organisasi
Sistem Sosial Organisasi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Solitair
-terdiri dari satu individu
-rawan kepunahan
-mempunyai daerah jelajah sendiri
-berpasangan hanya bila sedang kawin di daerah jelajah bersama
-betina dan atau tanpa jantan membesarkan anak
-pisah dengan anak setelah disapih (weaning process)
-di Indonesia telah dilindungi sejak jaman Belanda
-contoh:orang utan,kukang,felidae kecuali yang di Afrika, elang,dll
2.Pair-Berpasangan (2-5)
-tdd sepasang jantan dan betina dewasa dgn atau tanpa anak
-memp. daerah jelajah sendiri
-rawan punah, dilindungi sejak jaman belanda
-stlh disapih dan dewasa, anak memisahkan diri dan membentuk kelompok sendiri dengan individu dr kelompok lain
-contoh: kijang, owa , si amang, kancil, dll
3. One Male Group (1-20)
-tdd 1 jantan dewasa beserta 1 atau lebih betina dewasa, dgn atau tanpa anak (minimal betinanya 2)
-prinsipnya hanya satu jantan dewasa yg boleh ada dlm kelompok
-agresivitas dalam kelompok tidak ada atau sedikit
-merupakan grup yang relatif diam dan tidak ribut (relative silence group)
-anak jd dewasa-perubahan sosial
contoh: lutung
4.Multi- Male Group
-tdd banyak jantan dan banyak betina dewasa, dgn atau tanpa anak
-sistem dominansi terlihat jelas (pada Macaca)
-biasanya ukuran kelompoknya besar (yg mempengaruhi Home Range nya menjadi besar–>mencari makan)
-Ribut krn ada juvenile
-fekundasi tinggi (daya menghasilkan anak/reproduksi)
-relatif tdk rawan punah
-contoh : rusa, singa, babi hutan.dll
5.All Male Group
-tdd jantan semua, dewasa dan juvenile
-mempunyai daerah jelajah sendiri
-selalu berusaha menginvasi kelompok lain yg ada betinanya
-coitus antar jantan (ckckckckck *geleng2 kepala)
-Sistem Dominansi Jelas
Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kategori : Semua tentang Biologi
MSG (Monosodium Glutamat)
1 11 2009 Kalau mendengar kata MSG yang terlintas pada pikiran kita adalah bahan itu berbahaya. Iya sih tapi apa enggak penasaran mengapa
Apa tepatnya MSG dan apa yang diperbuatnya terhadap makanan? Bahan tersebut dipromosikan sebagai “penyedap rasa,” tetapi bagaimana hanya menambahkan sejenis zat kedalam makanan kita dapat meningkatkan cita rasanya tidak peduli cita rasa yang sudah ada?
Kelihatannya memang ganjil, tetapi dalam hal ini memang ada sesuatu yang terjadi.
Yang membuat kisah MSG sulit dicerna adalah karena peristilahannya sendiri menyesatkan: “Penyedap rasa” atau flavor enhancer tidak meningkatkan rasa makanan dalam arti melezatkan makanan itu; yaitu bahan ini tidak memastikan suatu makanan menjadi lebih enak. Yang mereka kerjakan adalah mengintensifkan, atau memperkuat, rasa yang sudah ada—tidak peduli apakah rasa itu lezat,biasa-biasa, atau bahkan tidak enak. Industri makanan olahan lebih suka menyebut bahan ini “potensiator.” Sedangkan kita akan menyebut mereka “penguat rasa” atau flavor intensifier.
Bagaiman cara kerja mereka? Ada pakar rasa yang bicara soal sinergi, yaitu situasi ketika efek keseluruhan dua tindakan terpadu lebih dahsyat ketimbang bila tindakan yang sama dikerjakan secara sendiri-sendiri. Dengan kata lain, hasil keseluruhan lebih baik daripada jumlah hasil tiap komponen. Penguat rasa mungkin tidak atau hampir tidak mempunyai rasa dari dirinya sendiri, tetapi ketika bahan ini dipadukan dengan sesuatu yang sungguh mempunyai rasa, rasa itu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.
Bagaimana tepatnya penguat rasa mengaktifkan indra pengecap kita sampai sekarang masih terus diselidiki oleh para ahli. Salah satu teori tentang ini adalah bahwa penguat rasa membantu molekul-moleku rasa menempel ke tempat-tempat penerima rasa pada lidah lebih lama dan lebih kuat. MSG kelihatannya mempunyai bakat khusus untuk memperkuat rasa asin dan pahit.
MSG adalah monosodium glutamate, sebuah turunan asam glutamate yang merupakan salah satu asam amino biasa yang membentuk protein. Kendatipun demikian , ini bukan penguat rasa satu-satunya. Dua bahan kimia lain yang mempunyai efek sama dikenal dengan merek dagang 5’-IMP dan 5’-GMP (orang kimia menyebut mereka disodium 5’-inosinat dan disodium 5’-guanilat). Ketiganya sama-sama turunan asam-asam amino yang alami terdapat dalam tumbuhan macam jamur dan rumput laut.
Tabiat penhuat rasa yang dimiliki oleh bahan dari tumbuhan-tumbuhan ini telah dikenal selama ribuan tahun. Orang Jepang misalnya, secar tradisi telah menggunakan rumput laut sebagai bahan untuk memperlezat sup mereka. Jepang merupakan produsen terbesar di dunia untuk MSG murni, sebuah bubuk kristal putih yang selama puluhan tahun telah dijual secar besar-besaran. Pemanfaatan utamanya adalah dalam pembuatan makana jadi, walaupun restoran China sering menggunakan sebagai bumbu yang langsung mendampingi garam dan merica di rak dapur mereka
Belum lama ini, MSG telah mendapatkan serangkain cercaan karena ada orang yang bereaksi buruk terhadap bahan ini. Semua bukti tampaknya menunjukkan bahwa masalah itu, jika kita dapat menyebutnya masalah, timbul karena orang tertentu sangat peka terhadap MSG. bukan karena mSG sendiri membahayakan, karena jika dikonsumsi dalam takaran tinggi. Tapi hampir semua bahan makana menjadi berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.
FDA, badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat belum mjempersyaratkan pencantuman MSG secara terpisah dalam label makanan. Meskipun begitu, Anda mungkin menemukan bahan ini, atau sepupu dekatnya pada label makanan jadi dan makanan ringan, tersembunyi dibalik nama samaran, termasuk ekstrak Kombu, Glutavane, Aji-no-moto (pada produk asal Jepang), dan produk hidrolisis terhadap protein tumbuhan, yaitu protein tumbuhan yang telah diuraikan menjadi komponen-komponen asam-asam amino yang membentukny, termasuk asam glutamat.
Bermacam-macam senyawa penguat rasa lain juga diekstraksi dari ragi. Sebuah perusahaan telah membuat dan menjuan lebih dari dua puluh “penyedap rasa” berbasis ragi kepada industri makanan, khusu untuk menguatkan rasa tertentu, dari rasa daging sapi, rasa daging ayam, hingga rasa keju dan asin. Dalam label makanan Anda akan menemukannya sebagai “yeast extract,” “yeast nutrient,” atau “natural flavor,” bahkan walaupun sesungguhnya bahan itu bukan penyedap. Selain itu, bahan-bahan ini juga nukan MSG.
Dari buku ‘Einstein Aja Gak Tau!’ dengan sedikit perubahan.
Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kategori : Kesehatan
Ekosistem
2 10 2009Pengertian Ekosistem
Ekosistem merupakan suatu sistem hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik).
Komponen Ekosistem
Pada suatu ekosistem terdapat komponen hidup (abiotik) dan komponen tak hidup (abiotik)
1. Komponen Biotik
a. Produsen
Semua produsen adalah autotrof, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Makanan tersebut dimanfaatkan tumbuhan hijau itu sendiri ataupun organisme lainnya yaitu konsumen.
b. Konsumen
Berdasarkan tingkatannya, konsumen dikelompokkan sebagai berikut:
1.konsumen primer
2 Konsumen sekunder
3.Konsumen tersier
2.Komponen Abiotik
a. tanah
b.air
c.udara
d. cahaya matahari
e. Suhu
f. Temperatur
Rantai Makanan (Food Chain)
Rantai makanan adalah perpindahan materi dan energi dari organisme satu ke organisme lainnya melalui proses makan dimakan dengan urutan yang searah
Jaring-Jaring Makanan (Food Web)
Jaring-jaring makanan adalah kumpulan dari rantai makanan yang saling berhubungan dan tidak dengan satu arah.Pada jaring-jaring makanan terjadi proses makan memakan.
Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kategori : Semua tentang Biologi
Mencegah Sinusitis: Jangan Menyelam (Waduuh..)
19 09 2009Sewaktu mengantar Ibu ke dokter di Kimia Farma Ujungberung, di sana terdapat poster mengenai sinusitis. Saya pun jadi tertarik membacanya. Di sana tertulis, pada kolom mengenai pencegahan sinusitis, sebaiknya jangan menyelam untuk mencegah penyakit tersebut. Saya jadi agak khawatir karena saya adalah penyelam, yang kemungkinan ada risiko dapat terkena penyakit tersebut.Namun, di poster itu juga tertulis solusi yang baik untuk mencegah penyakit tersebut. Dan isi dari poster tersebut tertuang dalam tulisan ini.Selamat Membaca.
Mengenal Sinusitis
Sinus adalah rongga-rongga udara yang terdapat di dalam tulang tengkorak (tulang kepala), tepatnya yaitu di sekitar hidung.Sinus menghasilkan lendir yang dialirkan melalui suatu lubang ke dalam rongga hidung. Lendir ini membantu membersihkan hidung dari debu dan bakteri.
Apa Yang Terjadi Pada Sinusitis?
Sinusitis adalah infeksi atau peradangan pada sinus. Jika selaput lendir hidung membengkak dan menyebabkan tersumbatnya lubang pengaliran dari sinus maka lendir akan tertimbun di dalam sinus. Penimbunan lendir di dalam sinus merupakan media yang baik untuk tumbuhnya bakteriataupun virus sehingga terjadilah sinusitis
Berdasarkan letaknya, Kita memiliki 4 pasang sinus, yaitu:
Sinus frontalis : di atas mata, tepatnya di daerah alis
Sinus etmoidalis : tepat di bawah pangkal hidung dan diantara kedua mata
Sinus sfenoidalis : di belakang sinus etmoidalis, tepatnya pada hidung bagian atas dan dibelakang mata
Sinus maksilaris : di bawah tulang pipi kiri dan kanan
Jenis-Jenis Sinusitis
Sinusitis Akut
Sinusitis Kronis
Gejala
Sakit kepala ketika bangun pada pagi hari
Demam
Nyeri tekan pada daerah sinus
Lendir hidung berwarna kuning kehijauan
Lesu
Batuk kronis,yang mungkin betambah hebat pada malam hari
Hidung meler atau hidung tersumbat
Nyeri Tenggorokan
Pencegahan
Jika Anda menderita alergi, sebaiknahindari asp rokok dan polutan udara lainnya
Hindari Alkohol karena akan menyebabkan pembengkakan selaput lendir hidung dan sinus
Hindari berenang di air yang menganmdung klorin karena klorin bisa mengiritasi selaput lendir hidung dan sinus
Jangan menyelam
Sebelum melakukan perjalanan melalui udara dianjurkan untuk menggunakan obta tetes hidungatau obat semprot
Minum air putih 8 gelas/hari
membersihkan hidung dengan larutan garam
Semoga bermanfaat.
Sumber : Bayer Health Care Indonesia c/o PT. Info Master
Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kategori : Kesehatan